Tanah Lot Bali

Tanah Lot Bali

Tanah Lot merupakan salah satu objek wisata yang berada di Bali – Indonesia. Di lokasi objek wisata ini terdapat dua pura yang berada di sebua batu besar. Salah satu pura berada diatas sebuah bongkahan batu dan satunya lagi berada diatas sebuah tebing dan mirip seperti Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot juga merupakan bagian dari Pura Dang Kahyangan. Tanah Lot adalah pura yang letaknya berada di tepi laut dan tempat pemujaan dewa – dewa penjaga laut. Pura Tanah Lot sangat terkenal sebagai salah satu tempat untuk menyaksikan matahari terbenam atau sunset.

 

Lokasi Pura Tanah Lot

Lokasi dari Pura Tanah Lot ini berada di Jl. Tanah Lot, Desa Beraban – Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Untuk menuju lokasi Pura Tanah Lot jika dari arah Bandara, dapat di tempuh dengan waktu sekitar 1 jam 30 menit. Atau sekitar 20 km dari Kota Denpasar.

 

 

Sejarah Pura Tanah Lot

Sejarah dari Pura Tanah Lot ini menurut legenda, dikisahkan disaat abad ke 15. Yaitu disaat Bhagawan Dang Hyang Nirartha atau yang lebih dikenal Dang Hyang Dwijendra.

 

Pada disaat itu yang menguasai di Pulau Bali ialah Raja Dalem Waturenggong. Ia sangat menyambut baik dengan datang nya Dang Hyang Nirartha dalam menjalankan sebuah misinya. Dan sehingga, penyebaran agama Hindu pada saat itu berhasil sampai ke pelosok desa yang beada di Pulau Bali.

 

Didalam sejarah dari Pura Tanah Lot, alkisah Dang Hyang Nirartha saat menyaksikan sinar suci dari arah laut selatan Pulau Bali. Maka dari itu Dang Hyang Nirartha pada saat itu mencari sebuah lokasi sumber dari sinar tersebut. Dan tibalah Dang Hyang Nirartha di sebuah pantai yang berada di desa yang bernama Desa Beraban Tabanan.

 

Disaat itu Bendesa Beraban Sakti memimpin Desa Beraban. Bendesa Beraban Sakti menentang sekali ajaran dari Dang Hyang Nirartha dalam misinya yaitu menyebarkan agama Hindu. Pada di saat itu Bendesa Beraban Sakti, menganut sebuah aliran monotheisme.

 

Dang Hyang Niratha pada saat itu langsung bermeditasi di atas sebuah batu karang yang mirip dengan bentuk burung beo. Dan batu karang itu, pada awalnya berada di sebuah daratan.

 

Dengan berbagai macam hal cara, Bendesa Beraban ingin sekali mengusir Dang Hyang Niratha dari tempat meditasinya.

 

Berdasarkan sejarah dan legenda, Dang Hyang Niratha memindahkan batu karang yang menjadi tempat meditasinya ke tengah pantai dengan kekuatan spiritualnya. Dan batu karang itu diberi sebuah nama Tanah Lot, yang memiliki arti batu karang yang berada di tengah lautan.

 

Dan akhirnya Bendesa Beraban Sakti pada saat itu mengakui kesaktian yang dimiliki Dang Hyang Nirartha serta menjadi pengikutnya. Lain dari pada itu, Bendesa Beraban Sakti juga memeluk agama Hindu dan di ikuti oleh seluruh penduduk setempat.

 

Dang Hyang Niratha dan Keris Sakti

Dikisahkan dari sejarah Tanah Lot, pada saat Dang Hyang Niratha sebelum meninggalkan Desa Berabang, memberikan sebuah keris kepada Bendesa Beraban. Dan keris tersebut mempunyai sebuah kekuatan dapat menghilangkan berbagai macam penyakit yang menyerang tanaman.

 

Dan keris itu kini disimpan di Puri Kediri, serta setiap enam bulan sekali dibuatkan upacara keagamaan di Pura Tanah Lot. Saat ini, upacara itu rutin dilaksanakan oleh seluruh penduduk Desa Beraban, dan kesejahteraan dari penduduk meningkat pesat. Ini terbukti dengan hasil panen pertanian yang melimpah dan penduduk hidup dengan saling menghormati.

 

Tiket Masuk  Tanah Lot

• Dewasa : Rp 20.000/orang.
• Anak – anak : Rp 15.000/orang.
• Motor : Rp 2.000
• Mobil : Rp 5.000.
• Bus : Rp 10.000.

 

Catatan : 
• Harga tiket masuk Tanah Lot di update pada tanggal 02 Januari 2018.
• Perubahan harga tiket masuk Tanah Lot Bali serta biaya parkir kendaraan sewaktu-waktu dapat berubah dan tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.
• Duta Tour Bali akan selalu berusaha untuk update harga tiket masuk Tanah Lot jika terjadi perubahan harga.
• Harga tiket di atas hanya berlaku untuk warga negara Indonesia.

About the Author

By dutatour / Administrator

Follow dutatour
on Jul 19, 2018

Paket Wisata Bali 3 Hari 2 Malam

Artikel Wisata Bali