pura uluwatu

Pura Uluwatu Bali

Pura Uluwatu Bali memiliki ketinggian 97 meter diatas permukaan laut. Dan pada bagian depan Pura Uluwatu Bali terdapat hutan kecil yang disebut Alas Kekeran. Hutan ini berfungsi sebagai penyangga kesucian Pura Uluwatu Bali. Alas Kekeran memiliki luas -+ 11 HA. Dan di Alasa Kekeran banyak terdapat tanaman perindang baik tanaman khas perbukitan maupun tanaman lainnya. Kondisi ini membuat kawasan Pura Uluwatu Bali sejuk,nyaman dan indah. Saat bulan Desember biasanya musim pohon merak berbungan menambah kesan indahnya panorama Pura Uluwatu Bali. Di hutan dan sekitarnya banyak di jumpai kera – kera yang berekor panjang dan satwa ini dirawat dan dilindungi dengan baik. Sehingga kera – kera ini dijadikan salah satu daya tarik wisata Pura Uluwatu Bali.

 

Baca juga : Tanah Lot Bali

 

Obyek wisata kawasan Pura Uuluwatu Bali adalah tujuan wisata terbaik andasaat berlibur ke Bali. Di Pura Uluwatu mempunyai beragam daya tarik wisata seperti panorama Pura Uluwatu dengan tebing dan pemandangan Samudra Hindia yang menakjubkan. Satwa kera ekor panjang yang sangat lucu juga menjadi panorama keindahan Pura Uluwatu Bali. Selain itu, Alas Kekeran yang sejuk dan hijau dengan sunset yang mempesona. Karya seni berupa patung Kumba Karna kerebut menyapa kehadiran anda di Uluwatu. Pengalaman kunjungan anda tidak akan lengkap jika tidak menyaksikan atraksi seni. Atraksi seni ini berupa Tari Kecak Ramayana dengan panoraman alam yang sangat indah.

 

Lokasi Pura Uluwatu Bali

Pura Uluwatu Bali berada di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Jarak tempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpsar – Bali ke lokasi Pura Uluwatu Bali kurang lebih sekitar 21 km. Atau dapat di tempuh dengan waktu sekitar 1 jam dengan kendaraan.

 

Jika anda membutuhkan petunjuk arah untuk menuju lokasi Pura Uluwatu Bali, silahkan menggunakan Google Map di bawah ini.

 

 

Sejarah Pura Uluwatu Bali

Pura Uluwatu Bali diperkirakan di dirikan oleh Mpu Kuturan saat era pemerintahan seorang raja yang memiliki gelar Sri Haji Marakata. Sri Haji Marakata menguasai pemerintahan mulai tahun 944 Caka (1.036 Masehi). Beliau adalah ssalah seorang guru spiritual kerajaan dan bhagawanta saat masa pemerintahan Dalem Waturenggang. Yang mencapai moksah di pura ini adalah Danghyang Niratha. Pura ini adalah tempat pemujaan raja – raja leluhur beliau, dan pura ini dipercaya sebagai tempat pemujaan atau stana Batara Rudra. Selain itu pura ini juga sebagai tempat pemuliaan Danghyang Niratha. Menurut beberapa Purana Pura Luhur Uluwatu ini merupakan salah satu Pura Sad Kahyang dan Dang Kahyangan yang ada diwilayah Bali. Upacara di pura ini dilaksanakan setiap hari Anggarakasih, Wuku Medangsia.

 

Tari Kecak di Pura Uluwatu Bali

Tari Kecak adalah jenis tarian Bali yang paling unik, karena tidak di iringioleh alat musik apapun. Tetapi diiringi oleh paduan suara sekitar 70 orang dengan suara “cak cak cak” secara bergantian. Dan Tari Kecak ini penuh dengan ritme yang sangat indah. Sehingga membentuk suara seperti tabuh atau gamelan yang mengiringi penari sesuai dengan karakter dan peran. Tarian ini berasal dari tarian sakral (Tari Sanghyang) yaitu seseorang yang sedang kemasukan roh. Sehingga saat kemasukan roh, dapat berkomunikasi dengan para dewa atau leluhur yang sudah di sucikan. Dengan menggunakan si penari sebagai media penghubung para dewa atau leluhur dapat menyampaikan sabdanya. Kemudian sekitar tahun 1930, mulainya di sisipkan epos cerita Ramayan ke dalam tarian tersebut.

 

Patung Kumbakarna Karebut – Pura Uluwatu Bali

Dalam cerita Rramayan, Kumbakarna adalah seorang raksasa yang tinggi dan berwajah mengerikan. Tetapi Kumbakarna bersifat perwira dan sering menyadarkan perbuatan kakaknya yang salah, yaitu Rahwana. Dalam medan perang yang akan melawan Rama, Kumbakarna sempat menasehati kakaknya Rahwana untuk mengembalikan Sita. Namun nasehatnya membuat Rahwana sedih dan akhirnya tanpa memiliki sikap bermusuhan dengan Rama. Peperangan tersebut hanya semata – mata untuk menunaikan kewajibannya sebagai pembela negara. Kumbakarna telah banyak banyak sekali membunuh pasukan wanara dan melukai pasukan pilihan. Seperti Anggada, Sugriwara, Hanoman, Nila dan lain – lainnya. Dengan panah sakti milik Rama, Rama memutuskan tangan dan kaki Kumbakarna. Tetapi Kumbakarna masih bisa mengguling – gulingkan tubuhnya untuk melindas pasukan Wanara. Akhirnya Rrama memutuskan kepala Kumbakarna dari tubuhnya.

 

Ayo Berteman!

• Facebook : Duta Bali
• Instagram : @dutatourbali

About the Author

By dutatour / Administrator

Follow dutatour
on Aug 13, 2018

Paket Wisata Bali 3 Hari 2 Malam

Artikel Wisata Bali